Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Arsip untuk nikah

Barangkali Kitalah Penyebabnya.

(Sebuah renungan, oleh : ust. Muhammad Fauzil Adhim)

Menjelang tengah malam, seorang ikhwan mengirim SMS kepada saya. Dia seorang aktivis yang amat banyak menghabiskan waktunya untuk menyebarkan kebaikan. Bila berbicara dengannya, kesan yang tampak adalah semangat yang besar di dadannya untuk melakukan perbaikan. Kalau saat ini yang mampu dilakukan masih amat kecil, tak apa-apa. Sebab perubahan yang besar tak ‘kan terjadi bila kita tidak mau memulai dari yang
kecil.Tetapi kali ini, ia berkirim SMS bukan untuk berbagi semangat. Ia kirimkan SMS karena ingin meringankan beban yang hampir ada kerinduan yang semakin berambah untukmemiliki pendamping yang dapat menyayanginya sepenuh hati.

SMS ini mengingatkan saya pada beberapa kasus lainnya. Usia sudah melewati tigapuluh, tetapi belum juga ada tempat untuk menambatkan rindu. Seorang pria usiasekitar 40 tahun, memiliki karier yang cukup sukses, merasakan betapa sepinya hiduptanpa istri. Ingin menikah, tapi takut ! tak bisa mempergauli istrinya dengan baik. Sementara terus melajang merupakan siksaan yang nyaris tak dapat ditahan. Dulu ia ingin menikah, ketika kariernya belum seberapa. Tetapi niat itu dipendam dalam-dalam karena merasa belum mapan. Ia harus mengumpulkan dulu uang yang cukup banyak agar bisa menyenangkan istri. Ia lupa bahwa kebahagiaan itu letaknya pada jiwa yanglapang, hati yang tulus, niat yang bersih dan penerimaan yang hangat. Ia juga lupa
bahwa jika ingin mendapatkan istri yang bersahaja dan menerima apa adanya, jalannya adalah dengan menata hati, memantapkan tujuan dan meluruskan niat. Bila engkau ingin mendapatkan suami yang bisa menjaga pandangan, tak bisa engkau meraihnya dengan,”Hai, cowok… Godain kita, dong. ”

Saya teringat dengan sabda Nabi Saw. (tapi ini bukan tentang nikah). Beliau berkata,”Ruh itu seperti pasukan tentara yang berbaris.” Bila bertemu dengan yang serupa dengannya, ia akan mudah mengenali, mudah juga bergabung dan bersatu. Ia tak bisa mendapatkan pendamping yang mencintaimu dengan sederhana, sementara engkau jadikan gemerlap kemapananmu sebagai pemikatnya? Bagaimana mungkin engkau jadikan gemerlap kemapananmu sebagai pemikatnya? Bagaimana mungkin engkau mendapatkan suami yang
menerimamu sepenuh hati dan tidak ada cinta di hatinya kecuali kepadamu; sementara engkau berusaha meraihnya dengan menawarkan kencan sebelum terikat oleh pernikahan? Bagaimana mungkin engkau mendapatkan lelaki yang terjaga bila engkau mendekatinya dengan menggoda?

Di luar soal cara, kesulitan yang kita hadapi saat ingin meraih pernikahan yang diridhai tak jarang karena kita sendiri mempersulitnya. Suatu saat seorang perempuan memerlukan perhatian dan kasih-sayang seorang suami, ia tidak mendapatkannya. Di saat ia merindukan hadirnya seorang anak yang ia kandung sendiridengan rahimnya, tak ada suami yang menghampirinya. Padahal kecantikan telah ia miliki. Apalagi dengan penampilannya yang enak dipandang. Begitupun uang, tak ada lagi kekhawatiran pada dirinya. Jabatannya yang cukup mapan di perusahaan memungkinkan ia untuk membeli apa saja, kecuali kasih-sayang suami.

Kesempatan bukan tak pernah datang. Dulu, sudah beberapa kali ada yang mau serius dengannya, tetapi demi karir yang diimpikan, ia menolak semua ajakan serius. Kalau kemudian ada hubungan perasaan dengan seseorang, itu sebatas pacaran. Tak lebih. Sampai karier yang diimpikan tercapai; sampai ia tiba-tiba tersadar bahwa usianya sudah tidak terlalu muda lagi; sampai ia merasakan sepinya hidup tanpa suami, sementara orang-orang yang dulu bermaksud serius dengannya, sudah sibuk mengurusi anak-anak mereka. Sekarang, ketika kesadaran itu ada, mencari orang yang mau serius dengannya sangat sulit. Sama sulitnya menaklukkan hatinya ketika ia muda dulu. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Ternyata, Perceraian Bisa Bikin Pendek Umur !

cat-1Maraknya aksi kawin cerai dikalangan selebritis tanah air, ibarat sudah menjadi suatu tradisi yang lumrah. Nikah, terus kalau merasa tidak cocok, cerai. Padahal, suatu pernikahan adalah ikatan mempersatukan dua orang, dua kepribadian, dua keluarga besar, dua budaya dan dua-dua yang lainnya. Dua hal yang beda tentu sulit untuk dipersatukan bila tidak ada komitmen yang kuat, serta niat yang ikhlas untuk kebaikan hidup dunia akhirat.Perceraian memang momok yang menakutkan bagi seseorang yang tengah menjalankan biduk rumah tangga. Namun tak sedikit pula yang memilih jalan perceraian untuk menyelesaikan masalah rumah tangga yang berkepanjangan.

Ternyata bukan hanya ikatan pernikahan yang rusak karena perceraian.
Sebuah penelitian bahkan membuktikan bahwa perceraian dapat menyebabkan umur seseorang lebih pendek. Baca entri selengkapnya »

Benarkah Menikah Berpengaruh Buruk Bagi Kesehatan ?

Penganten Bangka

Pengantin Bangka

Selama ini, orang beranggapan bahwa sebuah pernikahan dapat membuat kehidupan seseorang menjadi lebih baik, Ternyata anggapan tersebut belum tentu benar. Karena ada kalanya sebuah pernikahan justru berdampak buruk bagi kesehatan seseorang.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Julianne Holt-Lunstad, peneliti dari Brigham Young University, Amerika Serikat. Penelitian itu dilakukan terhadap 204 orang-orang yang telah menikah dan 99 orang lajang. Mereka semua diperiksa tekanan darahnya selama 24 jam. Selain itu beberapa pertanyaan mengenai kehidupan rumah tangga mereka pun ditanyakan.
Hasil dari penelitian itu cukup mengejutkan. Ternyata kehidupan pernikahan berpengaruh terhadap kesehatan khususnya tekanan darah. Baca entri selengkapnya »