Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Arsip untuk KPI

TV Swasta tidak Boleh Mengudara Lagi ?

Bagi pecandu televisi diseluruh Indonesia, bersiaplah untuk kecewa, karena tidak bisa lagi menyaksikan acara kesayangan anda di berbagai TV swasta.. Karena KPI sudah membuat keputusan berkaitan masalah larangan mengudaranyanya televisi swasta secara nasional. Ada tujuh keputusan yang dihasilkan dalam rakernas Komisi penyiaran Indonesia yang di gelar di Solo, Jawa Tengah. Komisioner KPI Pusat Muhammad Izzul Muslimin mengatakan tujuh keputusan tersebut adalah, meminta pemerintah konsisten melaksanakan Sistem Stasiun Jaringan dengan batas akhir pelaksanaan tanggal 28 Desember 2009. Terhitung 28 Desember 2009 televisi swasta sudah dilarang mengudara secara nasional dan meminta kanal frekuensi yang selama ini dipergunakan dikembalikan kepada negara. KPI Meminta pemerintah menyusun peta wilayah layanan radio dan TV komunitas. Sealain itu, pemerintah juga diminta untuk menyederhanakan proses perizinan radio dan TV komunitas. Mereka juga mendesak KPI Pusat agar segera membentuk Tim Kecil menindaklanjuti amanat Rakornas di bidang perizinan. Terakhir, meminta KPI Pusat menyusun peraturan KPI tentang proses izin LPB Kabel. Ditambahkan Izzul, sistem stasiun jaringan sebenarnya harus mulai berlaku sejak 2007, namun tertunda hingga dua tahun. Kendati begitu rekomendasi ini akan berlaku efektif jika pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informasi juga menunjukkan peran aktif meminta stasiun TV untuk membentuk jaringan. “Ini amanat Undang-undang, dan tidak ada alasan lagi bagi stasiun TV untuk tidak menjalaninya. Karena kita sudah memberi kelonggaran kepada mereka,” tandas Izzul, Kamis (14/05/2009) kemarin. Dalam rakernas ini juga diputuskan KPI tidak akan membatasi spot iklan untuk kampanye Pilpres. Tayangan iklan didasarkan kuota, yaitu maksimal 20 persen untuk lembaga penyiaran swasta dan 15 persen untuk lembaga penyiaran publik. Dengan ketentuan ini, lembaga penyiaran dibebaskan menayangkan iklan, namun tidak boleh melebihi 20 persen untuk lembaga penyiaran swasta dan 15 persen untuk penyiaran. Sumber : Okezone

Selama Bulan Ramadhan MUI Minta Premium Call Distop

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar tayangan sms premium call yang akhir-akhir ini marak di televisi dengan paranormal sebagai bintang utamanya, dihentikan selama bulan suci Ramadan. Selain dinilai membodohi masyarakat, tayangan ramal-meramal dengan menggunakan perantara sms ke paranormal yang menjadi bintang iklan itu juga dianggap bisa mengganggu kekhusuyukan ibadah puasa umat muslim.

“Kami melarang tayangan seperti itu ditayangkan selama Ramadan. Itu kan ada kaitannya dengan masalah ramal-meramal, perdukuna. Itu tidak dikehendaki untuk ditayangkan karena akan mengganggu kekhusuyukan umat Islam yang menjalankan ibadah puasa,” ujar Said Khusairi, Ketua Komisi Informasi dan Komisi MUI di Jakarta, Minggu (31/8). Baca entri selengkapnya »

Extravaganza Trans TV Terancam Distop KPI

Anda penggemar acara Extravaganza ? Siap-siaplah untuk kehilangan acara ini dari layar televisi anda. Karena acara komedi yang ditayangkan Trans TV ini kembali mendapat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Extravaganza dinilai mengandung unsur pelecehan, sehingga terancam dihentikan penayangannya.

Menurut anggota KPI pusat Yazirwan Uyun di Kantor KPI, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Senin (7/7/2008).
“Extravaganza Trans TV, sebelumnya pernah mendapat teguran, kali ini teguran terakhir. Apabila Trans TV tidak memperbaiki juga tayangan ini, KPI meminta Trans TV untuk menghentikan tayangan Extravaganza. ”
Yazirwan menjelaskan, keputusan itu dihasilkan dari pantauan KPI terhadap tayangan televisi periode 1-13 Mei 2008. Selain Extravaganza, ada 3 tayangan televisi yang juga dinilai bermasalah dan mendapatkan teguran pertama.

Selain Extravaganza, ada 2 program Trans TV lain juga mendapatkan teguran. Yaitu acara Ngelenong Nyok dan Suami-suami Takut Istri. Selain itu ,Kartun tentang bajak laut One Piece dari Global TV pun turut ditegur.

Menurut Yazirwan, tayangan-tayangan itu mengandung kekerasan, pelecehan terhadap kelompok masyarakat, tidak melindungi kepentingan anak-anak, dan tidak sesuai dengan norma kesopanan serta kesusilaan.

KPI, lanjut dia, memberi peringatan pertama bagi ketiga tayangan ini. Jika tidak berubah akan kembali mendapat teguran kedua yang merupakan teguran terakhir.

“Tim KPI memantau 3 sampai 4 jam tayangan-tayangan itu. Hasil kerjanya dicek dua kordinator tim analis dan membawa ke dewan juri, kemudian dirapatkan dengan Dewan Komisioner KPI,” kata Yazirwan.

Dia menjelaskan, tim panelis diketuai oleh Prof Dr Arif Rahman dengan Wakil Ketua Dedi Nur Hidayat. Anggotanya terdiri dari Seto Mulyadi, Nina Armando, Bobby Guntarto, Razaini Taher dan dibantu 11 analis. detiknews.