Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Arsip untuk Informasi

Diklat Online, Solusi Menambah Ilmu di Era Digital

LOGO DOGMIT by Pak SukaniSetiap mendengar kata DIKLAT, yang ada dalam bayangan dikepala adalah suatu pembelajaran dikelas yang penuh formalitas, dengan tumpukan tugas-tugas, dan meninggalkan keluarga dalam waktu lama. Meskipun pulang membawa ilmu baru yang bisa diterapkan ditempat tugas, sertifikat yang sangat dibutuhkan untuk angka kredit dalam PKG beserta sedikit bekal “amplop”, tapi tetap saja kata diklat bukan suatu kata yang menyenangkan bagi sebagian orang. Namun Diklat merupakan suatu kegiatan penting yang tidak bisa dipandang sebelah mata, karena guru dituntut untuk mengembangkan diri secara terus menerus supaya tidak terlindas zaman. Guru diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya secara mandiri untuk dapat melengkapi syarat pemenuhan pengembangan diri sesuai dengan amanat

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Ayam dan Telur Duluan Mana? Inilah Jawaban Ilmiahnya!!

Para ilmuwan berhasil menjawab salah satu tebak-tebakan tertua di dunia, mana yang lebih dulu, ayam atau telur ? Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.

Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut. “Apa yang kami temukan adalah ‘kecelakaan’ yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur.”

Menurutnya, selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur. “Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia.” Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya. Baca entri selengkapnya »

Tips bebas bau Mulut selama Puasa

  • Hindari menyantap hidangan yang beraroma aduhai seperti petai, jengkol, bawang merah pada saat bersantap sahur
  • Selesai makan sahur, banyak minum air putih
  • Menggosok gigi dan menyikat lidah setelah makan dan menjelang tidur. Permukaan lidah yang tak rata memungkinkan adanya sisa makanan yang tersangkut disana
  • Berkumur dengan larutan khusus(antiseptik) untuk menghilangkan bau mulut
  • Di lingkungan keluarga Arab ada kebiasaan mengunyah sejumput adas manis sehabis makan. Setelah dikunyah dan dan diisap airnya, ampasnya dibuang. Aroma adas manis yang harumnya mirip aroma obat batuk benar-benar pencuci mulut yang bisa diandalkan saat puasa.
  • Sahur dengan menu sayuran tumis atau sayur bening dan ditutup dengan semangkuk buah segar
  • Air rebusan daun sirih dapat digunakan untuk berkumur setelah makan sahur. Air rebusan daun sirih berfungsi sebagai antibakteri penyebab bau mulut.

Sumber : Bangka Pos

Hati-hati, Lem Label Produk Makanan Beracun

Bila Anda suka berbelanja bulanan untuk keperluan rumah tangga di supermarket sebaiknya mulai waspada, karena peneliti dari Universitas Zaragoza, Madrid, Spanyol, menemukan label nama dan harga pada bungkus produk makanan segar mengandung racun kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Hasil penelitian yang diterbitkan jurnal Royal Society of Chemistry asal Inggris, Senin (24/5) menyebutkan, lem label nama produk dan harga setidaknya mengandung empat senyawa kimia beracun seperti merkuri, asbes dan asam klorida. Racun tersebut mampu menembus bungkus kemasan plastik maupun kertas, sehingga makanan di dalamnya terkontaminasi racun yang dapat menyebabkan kegagalan organ hingga kematian.

Para peneliti juga menemukan empat bahan perekat akrilik berbeda yang biasa digunakan pada label makanan, dan memeriksa secara detil 11 senyawa yang ditemukan di Adhesive atau perekat. Hasilnya, sepuluh senyawa mengandung toksitas rendah namun sisa senyawa racun lain seperti tetramethyldec, yne dan diol melebihi ambang batas dan sangat berbahaya.

Ahli teknologi makanan dari Perancis, Valerie Guillard mendukung hasil penelitian itu dan mengkhawatirkan keselamatan konsumen makanan. “Penelitian itu membuktikan bahwa campuran bahan perekat pada label bungkus produk makanan itu memang bisa merembes ke dalam, pada tingkat yang bisa membahayakan keamanan konsumen,” ujar Guillard.

Sebaliknya Badan Pengawas Makanan Inggris, The Food Standard Agency mengatakan, hasil penemuan peneliti Spanyol memerlukan penelitian lebih lanjut, dan menganggap potensi rembesan atau migrasi zat kimia ke dalam makanan masih sangat rendah berdasarkan penelitian mereka sebelumnya.

Selama ini Uni Eropa memang memberlakukan peraturan ketat pada penggunaan bahan yang bersentuhan langsung dengan makanan, namun belum pada tingkat pengawasan pemakaian bahan lem yang digunakan pada label makanan.(Addy Hasan)

Sumber :Liputan6.com

Ingin Kaya? Jadi Pengemis di Bangka Belitung

Penghasilan pengemis di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung bisa mencapai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari. “Dengan penghasilan per hari sebesar itu, dalam sebulan mereka bisa mengatongi uang Rp4 juta hingga Rp5 juta,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitas Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pangkalpinang Baharrudin, di Pangkalpinang, Sabtu (12/6).

Menurutnya, pengemis di Kota Pangkalpinang umumnya dari luar Provinsi Bangka Belitung (Babel). Ia mengatakan untuk menekan jumlah pengemis di kota ini, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, namun sampai sekarang belum membuahkan hasil yang signifikan dan belum mengubah keadaan.

Menurutnya, pada 2010 Dinsosnaker Kota Pangkalpinang menganggarkan Rp100 juta untuk merazia gelandangan dan pengemis di kota ini. “Kami memberikan arahan terhadap mereka yang berhasil kami jaring, dan selanjutnya kami pulangkan mereka ke daerah asalnya,” katanya. Namun, upaya tersebut selalu gagal. Mereka kembali lagi menjadi gelandangan dan pengemis di perkotaan. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membiasakan diri memberi sedekah kepada pengemis di jalanan, karena dengan tidak memberi sedekah kepada mereka, dengan sendirinya mereka tidak akan mengemis. “Kami meminta warga untuk tidak memanjakan para pengemis, dengan tidak memberi sedekah kepada mereka,” katanya. Menurutnya, kebiasaan masyarakat memberi sedekah kepada pengemis berdampak negatif, yakni jumlah mereka terus bertambah.

Beberapa waktu yang lalu, pada saat razia pengemis, aparat menemukan HP merk canggih dan uang tunai 2 juta rupiah didalam tas pengemis tersebut. Bagaimana menurut anda? kita yang memberi recehan pada mereka dengan pandangan iba, ternyata  lebih kere dari pengemis. Lebih baik kita menyalurkan sedekah pada yang lebih berhak. Anak yatim di panti asuhan lebih tepat untuk menerima sedekah kita.

Sumber :TV ONE dan Bangka Pos

Musik Menstimulan Otak Kanan

Jika selama ini banyak orangtua yang memasukkan anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang “berat” seperti matematika. Ada baiknya Anda juga memikirkan alternatif kegiatan yang dapat menstimulasi otak kanan anak. Menurut penelitian ilmiah, otak manusia terbagi atas otak kiri dan kanan. Kemampuan dari masing-masing otak itu juga berbeda. Jika otak kiri diidentikkan dengan kecerdasan analitik seperti kemampuan matematis dan berpikir secara sistematis, maka otak kanan biasa dikaitkan dengan kreativitas, misalnya kemampuan berkomunikasi dan seni. Sayangnya, seringkali orangtua tidak mengukur minat dan bakat yang dimiliki anak. Berdalih agar anak mendapatkan pengalaman dan pemahaman yang luas, anak-anak diharuskan mengikuti berbagai kursus yang didaftarkan oleh orangtuanya. Baca entri selengkapnya »

TV Swasta tidak Boleh Mengudara Lagi ?

Bagi pecandu televisi diseluruh Indonesia, bersiaplah untuk kecewa, karena tidak bisa lagi menyaksikan acara kesayangan anda di berbagai TV swasta.. Karena KPI sudah membuat keputusan berkaitan masalah larangan mengudaranyanya televisi swasta secara nasional. Ada tujuh keputusan yang dihasilkan dalam rakernas Komisi penyiaran Indonesia yang di gelar di Solo, Jawa Tengah. Komisioner KPI Pusat Muhammad Izzul Muslimin mengatakan tujuh keputusan tersebut adalah, meminta pemerintah konsisten melaksanakan Sistem Stasiun Jaringan dengan batas akhir pelaksanaan tanggal 28 Desember 2009. Terhitung 28 Desember 2009 televisi swasta sudah dilarang mengudara secara nasional dan meminta kanal frekuensi yang selama ini dipergunakan dikembalikan kepada negara. KPI Meminta pemerintah menyusun peta wilayah layanan radio dan TV komunitas. Sealain itu, pemerintah juga diminta untuk menyederhanakan proses perizinan radio dan TV komunitas. Mereka juga mendesak KPI Pusat agar segera membentuk Tim Kecil menindaklanjuti amanat Rakornas di bidang perizinan. Terakhir, meminta KPI Pusat menyusun peraturan KPI tentang proses izin LPB Kabel. Ditambahkan Izzul, sistem stasiun jaringan sebenarnya harus mulai berlaku sejak 2007, namun tertunda hingga dua tahun. Kendati begitu rekomendasi ini akan berlaku efektif jika pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informasi juga menunjukkan peran aktif meminta stasiun TV untuk membentuk jaringan. “Ini amanat Undang-undang, dan tidak ada alasan lagi bagi stasiun TV untuk tidak menjalaninya. Karena kita sudah memberi kelonggaran kepada mereka,” tandas Izzul, Kamis (14/05/2009) kemarin. Dalam rakernas ini juga diputuskan KPI tidak akan membatasi spot iklan untuk kampanye Pilpres. Tayangan iklan didasarkan kuota, yaitu maksimal 20 persen untuk lembaga penyiaran swasta dan 15 persen untuk lembaga penyiaran publik. Dengan ketentuan ini, lembaga penyiaran dibebaskan menayangkan iklan, namun tidak boleh melebihi 20 persen untuk lembaga penyiaran swasta dan 15 persen untuk penyiaran. Sumber : Okezone