Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Arsip untuk Agustus, 2008

4 Langkah Praktis untuk Meraih Impian Anda

Teknik pikiran “Repetitive Writing” atau “Penulisan Berulang”. Teknik pikiran ini sejujurnya mudah untuk membuat Anda bosan melakukannya, namun keuntungannya jauh lebih penting daripada investasi waktu Anda selama 10 menit untuk melakukannya setiap hari. Menuliskan harapan kita berulang-ulang akan mempengaruhi secara mendalam pikiran bawah sadar kita. Teknik ini berguna untuk menanamkan afirmasi dan membuat kondisi ideal.
Bila kita membahas tentang Teknik Penulisan Berulang maka dalam pikiran kita akan terbayang seorang guru Sekolah Dasar yang memerintahkan muridnya untuk menulis 100 kali “Saya tidak akan berbicara lagi di dalam kelas” untuk mendisiplinkan muridnya. Apa yang dilakukan oleh guru tersebut hampir benar.
Mengapa dikatakan HAMPIR benar? Baca entri selengkapnya »

Iklan

Sumber Air Mendidih Ditemukan di Kutub Utara

Di kawasan yang sangat dingin seperti Kutub Utara ternyata terdapat sumber air mendidih. Bahkan, pada salah satu kawasan yang sering disebut black smokers itu memiliki suhu hingga 200 derajat Celcius.

Black smokers adalah istilah untuk gelembung-gelembung gas hidrotermal yang keluar dari rekahan di dasar lautan. Gas tersebut muncul dari patahan yang menganga. Salah satu kluster baru ditemukan di daerah Mid-Atlantic Ridge, antara Greenland dan Norwegia. Kluster tersebut tercatat sebagai black smokers paling utara. Black smokers lain yang terdekat berjarak sekitar 200 kilometer.

Semburan gas panas di dasar lautan itu berhasil direkam kapal selam mini yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Tinggi semburan gas mencapai 12 meter sebelum menyatu dengan air laut yang sangat dingin. Para peneliti menyebutnya Istana Loki karena bentuknya mirip istana fantasi. Nama Loki diambil dari nama dewa penipu dalam mitos Norwegia. Baca entri selengkapnya »

Generasi Muda Indonesia = Generasi Televisi ?

Inilah peringatan bagi para orang tua di mana pun berada, terutama yang mempunyai anak remaja. Pertama, anak-anak Indonesia usia SD dan SMP menonton televisi rata-rata 1.600 jam per tahun. Sedangkan, waktu belajar di sekolah rata-rata hanya 740 jam per tahun. Kedua, dari 400 judul sinetron yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi sepanjang tahun 2006-2007, berbagai adegan kekerasan dan seks sangat dominan.

Rinciannya adalah 41,05 persen menyangkut kekerasan psikologis berupa aksi mengancam, memaki, mengejek, melecehkan, memarahi, membentak, dan melotot. Lalu, 25,14 persen lagi menyangkut kekerasan fisik berupa mencubit, memukul, mengeroyok, meninju, dan menikam. Juga, kekerasan rasional, fungsional, hingga kekerasan relasional yang mengakibatkan rusaknya hubungan atau relasi.
Baca entri selengkapnya »

Pengaruh TV Terhadap Perilaku Anak

Sudah saatnya bagi kita untuk membatasi waktu anak didepan barang yang bernama TELEVISI, Karena  ternyata  TV terbukti dapat mengganggu pembentukan kemampuan anak-anak dalam memusatkan perhatian.

Studi tim dari Universitas Massachusetts, Amherst, AS, menemukan ketika anak-anak yang berusia tiga tahun ke bawah bermain di dalam ruangan yang ada televisi, waktu bermain mereka 5% lebih singkat ketimbang jika tidak ada televisi. Keberadaan televisi juga membuat mereka tidak fokus saat bermain.

Studi yang dimuat dalam Child Development edisi Juli/Agustus itu melibatkan 50 balita yang berusia antara 12, 24, dan 36 bulan.

Dr Daniel Bronfin dari Ochsner Health System, New Orleans, mengungkapkan televisi berpotensi menaikkan risiko terjadinya gangguan perilaku pada anak-anak, seperti kesulitan memusatkan perhatian dan hiperaktivitas. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan agar anak-anak berusia dua tahun atau kurang tidak diberi akses menonton televisi.

Tidak salah bila pemerintah menghimbau gerakan matikan televisi sehari, karena kita tidak ingin bila anak kita menjadi generasi TV. Membaca buku bisa menjadi alternatife pengganti nonton TV, disamping bermain bersama teman sebaya sebagai akses untuk mengajari anak bersosialisasi.
Sumber: Media Indonesia Online

Timor-Timur, Negara Termiskin Ke-7 di Dunia.

Timor-Timur adalah sebuah negara kecil yang terletak disebelah utara Australia dan bagian timur Pulau Timor.
Negara berpenduduk 1.084.971 jiwa ini pada tahun 1976 sempat bergabung dengan Indonesia setelah ditelantarkan Portugal pada tahun 1975 karena Portugal dilanda Revolusi Anyelir. Pada tahun 1999, Timor-Timur memisahkan diri dari Indonesia melalui referendum pemisahan diri, dan resmi membentuk Negara merdeka pada tanggal 20 mei 2002, dan kemudian mengganti nama menjadi Timor Leste. Baca entri selengkapnya »

Orang Indonesia Habiskan Rp 50,48 T per Tahun Untuk Rokok !

Hasil simulasi Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LDFEUI) menyatakan bahwa rata-rata pengeluaran rumah tangga perokok per bulan untuk membeli rokok pada tahun 2005 adalah Rp 113.089. Jumlah rumah tangga yang memiliki pengeluaran rokok adalah 37.460.582, sehingga pengeluaran untuk membeli rokok secara nasional tahun 2005 mencapai 37.460.582×113. 089×12 = Rp 50.48 triliun. Hal ini berarti bila dilakukan hitung-hitungan jumlah BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang diberikan untuk keluarga miskin masih dibawah dari keperluan konsumsi membeli rokok.
Rata-rata belanja rumah tangga miskin untuk rokok sebesar 12,43 persen dari total pengeluaran atau setara dengan 15 kali untuk membeli daging, 8 kali untuk pengeluaran pendidikan, 6 kali untuk kesehatan. Pengeluaran perokok miskin untuk rokok 12,6 persen lebih tinggi dibandingkan rumah tangga perokok kaya yang hanya 8,3 persen. Baca entri selengkapnya »

Tidak Ingin Gemuk ? Makanlah Pelan-Pelan.

Ingin berat badan Anda berkurang tanpa perlu diet atau olahraga ?. Ada cara lain yang lebih praktis. Ternyata menurut penelitian, makan pelan-pelan juga bisa jadi cara alternatif lho!

Sebuah penelitian dilakukan terhadap 30 orang. Mereka diberi makan siang masing-masing pasta, tomat dan keju.(Jelas ini bukan konsumsi orang kita). Di kesempatan pertama mereka diinstruksikan untuk makan dengan cepat dan tanpa jeda.

Sedangkan di kesempatan kedua, mereka diberi porsi yang lebih kecil, namun berbeda cara memakannya. Ke-30 orang tersebut diintruksikan untuk makan secara perlahan. Setiap suapan wajib dikunyah di dalam mulut selama 20-30 kali.

Dikutip detikhot dari Reuters Health, Rabu (9/7/2008) ke 30 orang tadi merasa lebih kenyang dan puas ketika makan pelan-pelan. Namun hal tersebut tidak terjadi ketika mereka makan dengan cepat.

Menurut para peneliti hormon di perut dapat memproduksi alarm yang dapat memberikan rasa kenyang pada seseorang. Namun butuh waktu hingga alarm itu diproduksi. Saat makan pelan-pelan, tubuh sempat memproduksi alarm tersebut. Alhasil rasa kenyang akan kita dapatkan.

Namun ketika ritme makan kita lebih cepat, tubuh pun tak sempat memproduksi alarm kenyang tadi. Sehingga rasa kenyang justru tidak kita dapatkan. Masih menurut para peneliti, karena tidak merasa kenyang, seseorang yang ritme makannya cepat biasanya akan mengkonsumsi lebih banyak makanan. Hal itu bisa menyebabkan naiknya berat badan.

Jadi jika ingin mengurangi berat badan, jangan makan cepat-cepat! Kunyah perlahan sampai 31 kali, baru telan. Itu nasehat ibu saya dulu.