Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Arsip untuk Add new tag

4 Langkah Praktis untuk Meraih Impian Anda

Teknik pikiran “Repetitive Writing” atau “Penulisan Berulang”. Teknik pikiran ini sejujurnya mudah untuk membuat Anda bosan melakukannya, namun keuntungannya jauh lebih penting daripada investasi waktu Anda selama 10 menit untuk melakukannya setiap hari. Menuliskan harapan kita berulang-ulang akan mempengaruhi secara mendalam pikiran bawah sadar kita. Teknik ini berguna untuk menanamkan afirmasi dan membuat kondisi ideal.
Bila kita membahas tentang Teknik Penulisan Berulang maka dalam pikiran kita akan terbayang seorang guru Sekolah Dasar yang memerintahkan muridnya untuk menulis 100 kali “Saya tidak akan berbicara lagi di dalam kelas” untuk mendisiplinkan muridnya. Apa yang dilakukan oleh guru tersebut hampir benar.
Mengapa dikatakan HAMPIR benar? Baca entri selengkapnya »

Generasi Muda Indonesia = Generasi Televisi ?

Inilah peringatan bagi para orang tua di mana pun berada, terutama yang mempunyai anak remaja. Pertama, anak-anak Indonesia usia SD dan SMP menonton televisi rata-rata 1.600 jam per tahun. Sedangkan, waktu belajar di sekolah rata-rata hanya 740 jam per tahun. Kedua, dari 400 judul sinetron yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi sepanjang tahun 2006-2007, berbagai adegan kekerasan dan seks sangat dominan.

Rinciannya adalah 41,05 persen menyangkut kekerasan psikologis berupa aksi mengancam, memaki, mengejek, melecehkan, memarahi, membentak, dan melotot. Lalu, 25,14 persen lagi menyangkut kekerasan fisik berupa mencubit, memukul, mengeroyok, meninju, dan menikam. Juga, kekerasan rasional, fungsional, hingga kekerasan relasional yang mengakibatkan rusaknya hubungan atau relasi.
Baca entri selengkapnya »

Pengaruh TV Terhadap Perilaku Anak

Sudah saatnya bagi kita untuk membatasi waktu anak didepan barang yang bernama TELEVISI, Karena  ternyata  TV terbukti dapat mengganggu pembentukan kemampuan anak-anak dalam memusatkan perhatian.

Studi tim dari Universitas Massachusetts, Amherst, AS, menemukan ketika anak-anak yang berusia tiga tahun ke bawah bermain di dalam ruangan yang ada televisi, waktu bermain mereka 5% lebih singkat ketimbang jika tidak ada televisi. Keberadaan televisi juga membuat mereka tidak fokus saat bermain.

Studi yang dimuat dalam Child Development edisi Juli/Agustus itu melibatkan 50 balita yang berusia antara 12, 24, dan 36 bulan.

Dr Daniel Bronfin dari Ochsner Health System, New Orleans, mengungkapkan televisi berpotensi menaikkan risiko terjadinya gangguan perilaku pada anak-anak, seperti kesulitan memusatkan perhatian dan hiperaktivitas. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan agar anak-anak berusia dua tahun atau kurang tidak diberi akses menonton televisi.

Tidak salah bila pemerintah menghimbau gerakan matikan televisi sehari, karena kita tidak ingin bila anak kita menjadi generasi TV. Membaca buku bisa menjadi alternatife pengganti nonton TV, disamping bermain bersama teman sebaya sebagai akses untuk mengajari anak bersosialisasi.
Sumber: Media Indonesia Online

Tidak Ingin Gemuk ? Makanlah Pelan-Pelan.

Ingin berat badan Anda berkurang tanpa perlu diet atau olahraga ?. Ada cara lain yang lebih praktis. Ternyata menurut penelitian, makan pelan-pelan juga bisa jadi cara alternatif lho!

Sebuah penelitian dilakukan terhadap 30 orang. Mereka diberi makan siang masing-masing pasta, tomat dan keju.(Jelas ini bukan konsumsi orang kita). Di kesempatan pertama mereka diinstruksikan untuk makan dengan cepat dan tanpa jeda.

Sedangkan di kesempatan kedua, mereka diberi porsi yang lebih kecil, namun berbeda cara memakannya. Ke-30 orang tersebut diintruksikan untuk makan secara perlahan. Setiap suapan wajib dikunyah di dalam mulut selama 20-30 kali.

Dikutip detikhot dari Reuters Health, Rabu (9/7/2008) ke 30 orang tadi merasa lebih kenyang dan puas ketika makan pelan-pelan. Namun hal tersebut tidak terjadi ketika mereka makan dengan cepat.

Menurut para peneliti hormon di perut dapat memproduksi alarm yang dapat memberikan rasa kenyang pada seseorang. Namun butuh waktu hingga alarm itu diproduksi. Saat makan pelan-pelan, tubuh sempat memproduksi alarm tersebut. Alhasil rasa kenyang akan kita dapatkan.

Namun ketika ritme makan kita lebih cepat, tubuh pun tak sempat memproduksi alarm kenyang tadi. Sehingga rasa kenyang justru tidak kita dapatkan. Masih menurut para peneliti, karena tidak merasa kenyang, seseorang yang ritme makannya cepat biasanya akan mengkonsumsi lebih banyak makanan. Hal itu bisa menyebabkan naiknya berat badan.

Jadi jika ingin mengurangi berat badan, jangan makan cepat-cepat! Kunyah perlahan sampai 31 kali, baru telan. Itu nasehat ibu saya dulu.

Paspamres Larang Nganggung

Nganggung adalah suatu tradisi turun temurun yang hanya bisa dijumpai di Bangka. Karena tradisi nganggung merupakan identitas Bangka , sesuai dengan slogan Sepintu Sedulang. Yang mencerminkan sifat kegotong royongan, berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

Adapun Nganggung merupakan suatu kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam rangka memperingati hari besar agama Islam, menyambut tamu kehormatan, acara selamatan orang meninggal, acara pernikahan atau acara apapun yang melibatkan orang banyak.
Namun dalam perkembangannya sekarang kegiatan nganggung yang masih eksis dipertahankan pada saat memperingati hari besar agama Islam, dan menyambut tamu kehormatan. Baca entri selengkapnya »

Merokok Akibatkan Bayi Lahir Sumbing

Apakah anda seorang wanita perokok ? Merokok bukanlah hobi yang baik bagi ibu hamil. Sebuah penelitian membuktikan bahwa merokok saat hamil dapat sebabkan calon bayi berbibir sumbing.

Penelitian dilakukan oleh Dr. Rolv T. Lie dari Universitas Bergen, Norwegia. Dari 1.336 bayi yang lahir disana, 573 dari bayi tersebut menderita penyakit bibir sumbing. Ternyata ditemukan dalam penelitian, ibu-ibu bayi tersebut mempunyai kebiasaan merokok 10 batang sehari selama 3 bulan pertama kelahiran mereka demikian kutip detikhot dari Reutershealth, Senin (14/7/2008).
Ibu-ibu tadi memiliki resiko 2 kali lebih besar melahirkan anak berbibir sumbing dari pada ibu yang tidak merokok.

Bagi Anda yang tidak merokok bukan berarti bisa terbebas dari risiko di atas. Baca entri selengkapnya »

Extravaganza Trans TV Terancam Distop KPI

Anda penggemar acara Extravaganza ? Siap-siaplah untuk kehilangan acara ini dari layar televisi anda. Karena acara komedi yang ditayangkan Trans TV ini kembali mendapat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Extravaganza dinilai mengandung unsur pelecehan, sehingga terancam dihentikan penayangannya.

Menurut anggota KPI pusat Yazirwan Uyun di Kantor KPI, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Senin (7/7/2008).
“Extravaganza Trans TV, sebelumnya pernah mendapat teguran, kali ini teguran terakhir. Apabila Trans TV tidak memperbaiki juga tayangan ini, KPI meminta Trans TV untuk menghentikan tayangan Extravaganza. ”
Yazirwan menjelaskan, keputusan itu dihasilkan dari pantauan KPI terhadap tayangan televisi periode 1-13 Mei 2008. Selain Extravaganza, ada 3 tayangan televisi yang juga dinilai bermasalah dan mendapatkan teguran pertama.

Selain Extravaganza, ada 2 program Trans TV lain juga mendapatkan teguran. Yaitu acara Ngelenong Nyok dan Suami-suami Takut Istri. Selain itu ,Kartun tentang bajak laut One Piece dari Global TV pun turut ditegur.

Menurut Yazirwan, tayangan-tayangan itu mengandung kekerasan, pelecehan terhadap kelompok masyarakat, tidak melindungi kepentingan anak-anak, dan tidak sesuai dengan norma kesopanan serta kesusilaan.

KPI, lanjut dia, memberi peringatan pertama bagi ketiga tayangan ini. Jika tidak berubah akan kembali mendapat teguran kedua yang merupakan teguran terakhir.

“Tim KPI memantau 3 sampai 4 jam tayangan-tayangan itu. Hasil kerjanya dicek dua kordinator tim analis dan membawa ke dewan juri, kemudian dirapatkan dengan Dewan Komisioner KPI,” kata Yazirwan.

Dia menjelaskan, tim panelis diketuai oleh Prof Dr Arif Rahman dengan Wakil Ketua Dedi Nur Hidayat. Anggotanya terdiri dari Seto Mulyadi, Nina Armando, Bobby Guntarto, Razaini Taher dan dibantu 11 analis. detiknews.