Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Arsip untuk emosi

Ternyata Laki-Laki Mempengaruhi Berat Badan Perempuan

donald6Para perempuan, jangan salahkan ice cream dan kue favorit jika pinggang Anda melar. Karena penelitian menunjukan, laki-laki terdekat Andalah penyebabnya.

Sebuah penelitian online dilakukan situs khusus perempuan terhadap 3.000 orang perempuan. Pertanyaan berkisar penyebab perubahan berat badan diberikan kepada perempuan-perempuan tadi.

Dikutip detikhot dari Dailymail, Jumat (12/12/2008) 70 persen penyebab naik turunnya bobot tubuh perempuan adalah kebahagiaannya dalam berhubungan dengan lelaki yang ia cintai. Rasa bahagia atau stress akibat hubungan pribadi sangat mempengaruhi turun naiknya berat badan perempuan.

Jane McCadden sang peneliti mengungkapkan bahwa emosi perempuan saat berhubungan berpengaruh besar pada naik turunnya berat badan. Rasa bahagia bisa membuat seorang perempuan menjadi nafsu makan. Sebaliknya saat hubungannya mengalami masalah, emosi perempuan dapat menghilangkan nafsu makannya bahkan menimbulkan rasa sakit.

Gaya hidup seorang perempuan juga sangat dipengaruhi oleh laki-laki yang menjadi pendampingnya. Lebih dari setengah jumlah perempuan yang disurvei mengakui hal tersebut. Jadi jika Anda para pria tetap ingin melihat pasangan Anda sehat, bahagiakanlah mereka!

Sumber : Amelia Ayu Kinanti – detikhot

Iklan

Mahasiswa, Apa Yang Kau Cari?

Cobalah duduk didepan Televisi dan tonton acara berita. Dalam satu hari tidak pernah terlewatkan berita aksi mahasiswa diberbagai penjuru Indonesia.Saya jadi menerawang kebeberapa waktu yang silam.Pada era 80-an, dimana mahasiswa mulai menggeliat bangun, setelah lama tertidur, demontrasi mahasiswa selalu membuat saya bangga dan terharu. Kasus Kedung Ombo, Peristiwa Yogya Berdarah, adalah sesuatu yang selalu tersimpan dalam memori saya sebagai kenangan tentang heroisme mahasiswa. Saat melihat mereka turun kejalan dada saya selalu bergetar, rasa bangga melihat keberanian mereka,terkadang sampai menetes air mata. Ini nyata, sungguh saya alami.Apa karena saat itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa dan berada diantara mereka? Entahlah. Baca entri selengkapnya »