Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Kangen Ngeblog

Lama sekali rasanya saya tidak produktif menulis diblog saya ini, seperti terlupakan. Padahal, sejatinya saya tidak pernah melupakan Mancung 64, blog awal yang saya buat, tempat saya belajar mengekspresikan diri, menyuarakan apa yang ada dalam dalam pikiran, meskipun tanpa kata-kata (verbal). Hari ini saya tiba-tiba saja ingin menulis lagi di Mancung 64, semoga ini bisa ajeg. Semoga di tahun 2016 ini, saya bisa eksis lagi didunia blog setelah vakum untuk beberapa waktu. Kangen dengan sahabat-sahabat dunia maya saya yang dulu sering saling sapa dalam komentar postingan, apa kabar semua?

 

 

Diklat Online, Solusi Menambah Ilmu di Era Digital

LOGO DOGMIT by Pak SukaniSetiap mendengar kata DIKLAT, yang ada dalam bayangan dikepala adalah suatu pembelajaran dikelas yang penuh formalitas, dengan tumpukan tugas-tugas, dan meninggalkan keluarga dalam waktu lama. Meskipun pulang membawa ilmu baru yang bisa diterapkan ditempat tugas, sertifikat yang sangat dibutuhkan untuk angka kredit dalam PKG beserta sedikit bekal “amplop”, tapi tetap saja kata diklat bukan suatu kata yang menyenangkan bagi sebagian orang. Namun Diklat merupakan suatu kegiatan penting yang tidak bisa dipandang sebelah mata, karena guru dituntut untuk mengembangkan diri secara terus menerus supaya tidak terlindas zaman. Guru diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya secara mandiri untuk dapat melengkapi syarat pemenuhan pengembangan diri sesuai dengan amanat

Baca entri selengkapnya »

10 Penyakit Psikhis

1. HIPOKONDRIASIS

Personaliti hipokondriasis adalah personaliti dimana seseorang terus menerus mengeluh akan kesehatannya yang buruk. Dapat dikatakan bahwa ambang sakitnya yang rendah. Dia sangat cemas dan terlalu terpukau akan gejala yang ada pada tubuhnya. Kecemasan terhadap kesehatan tubuhnya merupakan bagian yang dominan dari hidupnya. Hal ini membuatnya tidak efektif serta terganggu. Hipokondriasis dapat diumpamakan sebagai anjing yang terlalu banyak menggonggong. Dia terlalu banyak mengeluh, dan sering berganti dokter. Mungkin dia sering keluar masuk rumah sakit, untuk mengetahui keluhannya. Atau dapat pula dia sering masuk kemeja operasi atas keluhan–keluhannya. Sampai berapa jauh personaliti hipokondriasis dipunyai anda.

2. DEPRESI

Personaliti depresi adalah personaliti dengan sikap yan pesimis terhadap masa depan, perasaan tak berpengharapan, merasa berdosa dan putus asa. Berpikir dan bertindak menjadi melambat, kadang malahan menjadi agresi dan marah-marah. Dalam keadaan tertentu sering ada keinginan untuk bunuh diri. Perlu dibedakan depresi sebagai pesonaliti, dan sebagai penyakit. Pada penyakit depresi maka belum tentu mempunyai personaliti depresi. Sebaliknya yang personaliti depresi belum tentu menderita penyakit depresi, walaupun akan mudah sekali untuk menjadi depresi. Dalam hal ini yang dikemukakan disini adalah personaliti depresi. Jadi walaupun anda menderita depresi, personaliti tetap ada dan nilai skor anda tidak mudah berubah. Sampai berapa jauh personaliti depresi di punyai anda, cobalah test dengan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini :

3. HISTERIS

Yang dimaksud dengan personaliti hisiteris disini, adalah orang-orang yang mempergunakan gejala-gejala fisik untuk menyelesaikan konflik-konflik psikis yang sulit. Atau mempergunakan gejala fisik untuk menghindar dari tanggung jawab yang besar. Berbeda dengan hipokondroasis yang cemas terhadap kesehatan badannya. Personality histeris sebenarnya tidak cemas terhadap kesehatan fisiknya, tetapi menutupi kecemasan psikisnya dengan gejala psikik yang hebat. Gejala fisik yang diperlihatkan juga hebat, misalnya kejang-kejang, pingsan dan berbagai gejala fisik lainnya. Pada keadaan dimana tak ada konflik, maka jarang terjadi keluhan gangguan fisik. Jadi sebenarnya perlu dibedakan antara histeris, depresi dan hipokondria, akan tetapi pembedaan tersebut tidak mudah, karena personality yang satu berkorelasi dengan yang lain malahan sering terjadi personaliti yang satu dengan yang lain saling tumpang tindih.

4. NEUROSIS Baca entri selengkapnya »

Ayam dan Telur Duluan Mana? Inilah Jawaban Ilmiahnya!!

Para ilmuwan berhasil menjawab salah satu tebak-tebakan tertua di dunia, mana yang lebih dulu, ayam atau telur ? Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.

Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut. “Apa yang kami temukan adalah ‘kecelakaan’ yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur.”

Menurutnya, selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur. “Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia.” Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya. Baca entri selengkapnya »

Tips bebas bau Mulut selama Puasa

  • Hindari menyantap hidangan yang beraroma aduhai seperti petai, jengkol, bawang merah pada saat bersantap sahur
  • Selesai makan sahur, banyak minum air putih
  • Menggosok gigi dan menyikat lidah setelah makan dan menjelang tidur. Permukaan lidah yang tak rata memungkinkan adanya sisa makanan yang tersangkut disana
  • Berkumur dengan larutan khusus(antiseptik) untuk menghilangkan bau mulut
  • Di lingkungan keluarga Arab ada kebiasaan mengunyah sejumput adas manis sehabis makan. Setelah dikunyah dan dan diisap airnya, ampasnya dibuang. Aroma adas manis yang harumnya mirip aroma obat batuk benar-benar pencuci mulut yang bisa diandalkan saat puasa.
  • Sahur dengan menu sayuran tumis atau sayur bening dan ditutup dengan semangkuk buah segar
  • Air rebusan daun sirih dapat digunakan untuk berkumur setelah makan sahur. Air rebusan daun sirih berfungsi sebagai antibakteri penyebab bau mulut.

Sumber : Bangka Pos

Pemuda dan Kyai

Ada seorang pemuda yang lama menjalani pendidikan di luar negeri namun tidak pernah belajar agama Islam, kini kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia diminta kedua orangtuanya untuk belajar agama Islam, namun ia memberi syarat agar dicarikan guru agama yang bisa menjawab 3 pertanyaan yang selama ini mengganjal dihatinya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kyai dari pinggiran kota.

Pemuda : ”Anda siapa dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?”
Kyai        : ”Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.”
Pemuda : ”Anda yakin? Sedangkan Profesor di Amerika dan banyak orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.”
Kyai        : ”Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.”

Pemuda : ”Saya ada 3 pertanyaan:
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya !
2. Kalau memang benar ada takdir, tunjukkan takdir itu pada saya !
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit) ”Hei ! Kenapa anda marah kepada saya?”
Kyai        : ”Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.”
Pemuda : ”Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.”
Kyai        : ”Bagaimana rasanya tamparan saya?”
Pemuda : ”Tentu saja saya merasakan sakit.”
Kyai        : ”Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?”
Pemuda : ”Ya!”
Kyai        : ”Tunjukan pada saya wujud sakit itu!”
Pemuda : ”Saya tidak bisa.”
Kyai        : ”Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.”

Kyai         : ”Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?”
Pemuda : ”Tidak.
Kyai        : ”Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?”
Pemuda : ”Tidak.”
Kyai        : ”Itulah yang dinamakan takdir.”

Kiyai       : ”Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?”
Pemuda : “Kulit.”
Kyai        : “Terbuat dari apa pipi anda?”
Pemuda : “Kulit.”
Kyai        : “Bagaimana rasanya tamparan saya?”
Pemuda : “Sakit.”
Kyai        : “Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api,  jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan. Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang ditempatkan bersama syaitan di neraka..”

Pemuda itu langsung tertunduk dan memeluk kyai tersebut sambil memohonnya untuk mengajarkan Islam lebih banyak lagi.

sumber : sahabat amira.net

Hati-hati, Lem Label Produk Makanan Beracun

Bila Anda suka berbelanja bulanan untuk keperluan rumah tangga di supermarket sebaiknya mulai waspada, karena peneliti dari Universitas Zaragoza, Madrid, Spanyol, menemukan label nama dan harga pada bungkus produk makanan segar mengandung racun kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Hasil penelitian yang diterbitkan jurnal Royal Society of Chemistry asal Inggris, Senin (24/5) menyebutkan, lem label nama produk dan harga setidaknya mengandung empat senyawa kimia beracun seperti merkuri, asbes dan asam klorida. Racun tersebut mampu menembus bungkus kemasan plastik maupun kertas, sehingga makanan di dalamnya terkontaminasi racun yang dapat menyebabkan kegagalan organ hingga kematian.

Para peneliti juga menemukan empat bahan perekat akrilik berbeda yang biasa digunakan pada label makanan, dan memeriksa secara detil 11 senyawa yang ditemukan di Adhesive atau perekat. Hasilnya, sepuluh senyawa mengandung toksitas rendah namun sisa senyawa racun lain seperti tetramethyldec, yne dan diol melebihi ambang batas dan sangat berbahaya.

Ahli teknologi makanan dari Perancis, Valerie Guillard mendukung hasil penelitian itu dan mengkhawatirkan keselamatan konsumen makanan. “Penelitian itu membuktikan bahwa campuran bahan perekat pada label bungkus produk makanan itu memang bisa merembes ke dalam, pada tingkat yang bisa membahayakan keamanan konsumen,” ujar Guillard.

Sebaliknya Badan Pengawas Makanan Inggris, The Food Standard Agency mengatakan, hasil penemuan peneliti Spanyol memerlukan penelitian lebih lanjut, dan menganggap potensi rembesan atau migrasi zat kimia ke dalam makanan masih sangat rendah berdasarkan penelitian mereka sebelumnya.

Selama ini Uni Eropa memang memberlakukan peraturan ketat pada penggunaan bahan yang bersentuhan langsung dengan makanan, namun belum pada tingkat pengawasan pemakaian bahan lem yang digunakan pada label makanan.(Addy Hasan)

Sumber :Liputan6.com