Mancung64′s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Ayam dan Telur Duluan Mana? Inilah Jawaban Ilmiahnya!!

Para ilmuwan berhasil menjawab salah satu tebak-tebakan tertua di dunia, mana yang lebih dulu, ayam atau telur ? Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.

Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut. “Apa yang kami temukan adalah ‘kecelakaan’ yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur.”

Menurutnya, selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur. “Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia.” Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya. Baca entri selengkapnya »

Tips bebas bau Mulut selama Puasa

  • Hindari menyantap hidangan yang beraroma aduhai seperti petai, jengkol, bawang merah pada saat bersantap sahur
  • Selesai makan sahur, banyak minum air putih
  • Menggosok gigi dan menyikat lidah setelah makan dan menjelang tidur. Permukaan lidah yang tak rata memungkinkan adanya sisa makanan yang tersangkut disana
  • Berkumur dengan larutan khusus(antiseptik) untuk menghilangkan bau mulut
  • Di lingkungan keluarga Arab ada kebiasaan mengunyah sejumput adas manis sehabis makan. Setelah dikunyah dan dan diisap airnya, ampasnya dibuang. Aroma adas manis yang harumnya mirip aroma obat batuk benar-benar pencuci mulut yang bisa diandalkan saat puasa.
  • Sahur dengan menu sayuran tumis atau sayur bening dan ditutup dengan semangkuk buah segar
  • Air rebusan daun sirih dapat digunakan untuk berkumur setelah makan sahur. Air rebusan daun sirih berfungsi sebagai antibakteri penyebab bau mulut.

Sumber : Bangka Pos

Pemuda dan Kyai

Ada seorang pemuda yang lama menjalani pendidikan di luar negeri namun tidak pernah belajar agama Islam, kini kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia diminta kedua orangtuanya untuk belajar agama Islam, namun ia memberi syarat agar dicarikan guru agama yang bisa menjawab 3 pertanyaan yang selama ini mengganjal dihatinya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kyai dari pinggiran kota.

Pemuda : ”Anda siapa dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?”
Kyai        : ”Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.”
Pemuda : ”Anda yakin? Sedangkan Profesor di Amerika dan banyak orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.”
Kyai        : ”Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.”

Pemuda : ”Saya ada 3 pertanyaan:
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya !
2. Kalau memang benar ada takdir, tunjukkan takdir itu pada saya !
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit) ”Hei ! Kenapa anda marah kepada saya?”
Kyai        : ”Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.”
Pemuda : ”Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.”
Kyai        : ”Bagaimana rasanya tamparan saya?”
Pemuda : ”Tentu saja saya merasakan sakit.”
Kyai        : ”Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?”
Pemuda : ”Ya!”
Kyai        : ”Tunjukan pada saya wujud sakit itu!”
Pemuda : ”Saya tidak bisa.”
Kyai        : ”Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.”

Kyai         : ”Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?”
Pemuda : ”Tidak.
Kyai        : ”Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?”
Pemuda : ”Tidak.”
Kyai        : ”Itulah yang dinamakan takdir.”

Kiyai       : ”Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?”
Pemuda : “Kulit.”
Kyai        : “Terbuat dari apa pipi anda?”
Pemuda : “Kulit.”
Kyai        : “Bagaimana rasanya tamparan saya?”
Pemuda : “Sakit.”
Kyai        : “Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api,  jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan. Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang ditempatkan bersama syaitan di neraka..”

Pemuda itu langsung tertunduk dan memeluk kyai tersebut sambil memohonnya untuk mengajarkan Islam lebih banyak lagi.

sumber : sahabat amira.net

Hati-hati, Lem Label Produk Makanan Beracun

Bila Anda suka berbelanja bulanan untuk keperluan rumah tangga di supermarket sebaiknya mulai waspada, karena peneliti dari Universitas Zaragoza, Madrid, Spanyol, menemukan label nama dan harga pada bungkus produk makanan segar mengandung racun kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Hasil penelitian yang diterbitkan jurnal Royal Society of Chemistry asal Inggris, Senin (24/5) menyebutkan, lem label nama produk dan harga setidaknya mengandung empat senyawa kimia beracun seperti merkuri, asbes dan asam klorida. Racun tersebut mampu menembus bungkus kemasan plastik maupun kertas, sehingga makanan di dalamnya terkontaminasi racun yang dapat menyebabkan kegagalan organ hingga kematian.

Para peneliti juga menemukan empat bahan perekat akrilik berbeda yang biasa digunakan pada label makanan, dan memeriksa secara detil 11 senyawa yang ditemukan di Adhesive atau perekat. Hasilnya, sepuluh senyawa mengandung toksitas rendah namun sisa senyawa racun lain seperti tetramethyldec, yne dan diol melebihi ambang batas dan sangat berbahaya.

Ahli teknologi makanan dari Perancis, Valerie Guillard mendukung hasil penelitian itu dan mengkhawatirkan keselamatan konsumen makanan. “Penelitian itu membuktikan bahwa campuran bahan perekat pada label bungkus produk makanan itu memang bisa merembes ke dalam, pada tingkat yang bisa membahayakan keamanan konsumen,” ujar Guillard.

Sebaliknya Badan Pengawas Makanan Inggris, The Food Standard Agency mengatakan, hasil penemuan peneliti Spanyol memerlukan penelitian lebih lanjut, dan menganggap potensi rembesan atau migrasi zat kimia ke dalam makanan masih sangat rendah berdasarkan penelitian mereka sebelumnya.

Selama ini Uni Eropa memang memberlakukan peraturan ketat pada penggunaan bahan yang bersentuhan langsung dengan makanan, namun belum pada tingkat pengawasan pemakaian bahan lem yang digunakan pada label makanan.(Addy Hasan)

Sumber :Liputan6.com

Ingin Kaya? Jadi Pengemis di Bangka Belitung

Penghasilan pengemis di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung bisa mencapai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari. “Dengan penghasilan per hari sebesar itu, dalam sebulan mereka bisa mengatongi uang Rp4 juta hingga Rp5 juta,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitas Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pangkalpinang Baharrudin, di Pangkalpinang, Sabtu (12/6).

Menurutnya, pengemis di Kota Pangkalpinang umumnya dari luar Provinsi Bangka Belitung (Babel). Ia mengatakan untuk menekan jumlah pengemis di kota ini, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, namun sampai sekarang belum membuahkan hasil yang signifikan dan belum mengubah keadaan.

Menurutnya, pada 2010 Dinsosnaker Kota Pangkalpinang menganggarkan Rp100 juta untuk merazia gelandangan dan pengemis di kota ini. “Kami memberikan arahan terhadap mereka yang berhasil kami jaring, dan selanjutnya kami pulangkan mereka ke daerah asalnya,” katanya. Namun, upaya tersebut selalu gagal. Mereka kembali lagi menjadi gelandangan dan pengemis di perkotaan. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membiasakan diri memberi sedekah kepada pengemis di jalanan, karena dengan tidak memberi sedekah kepada mereka, dengan sendirinya mereka tidak akan mengemis. “Kami meminta warga untuk tidak memanjakan para pengemis, dengan tidak memberi sedekah kepada mereka,” katanya. Menurutnya, kebiasaan masyarakat memberi sedekah kepada pengemis berdampak negatif, yakni jumlah mereka terus bertambah.

Beberapa waktu yang lalu, pada saat razia pengemis, aparat menemukan HP merk canggih dan uang tunai 2 juta rupiah didalam tas pengemis tersebut. Bagaimana menurut anda? kita yang memberi recehan pada mereka dengan pandangan iba, ternyata  lebih kere dari pengemis. Lebih baik kita menyalurkan sedekah pada yang lebih berhak. Anak yatim di panti asuhan lebih tepat untuk menerima sedekah kita.

Sumber :TV ONE dan Bangka Pos

Barangkali Kitalah Penyebabnya.

(Sebuah renungan, oleh : ust. Muhammad Fauzil Adhim)

Menjelang tengah malam, seorang ikhwan mengirim SMS kepada saya. Dia seorang aktivis yang amat banyak menghabiskan waktunya untuk menyebarkan kebaikan. Bila berbicara dengannya, kesan yang tampak adalah semangat yang besar di dadannya untuk melakukan perbaikan. Kalau saat ini yang mampu dilakukan masih amat kecil, tak apa-apa. Sebab perubahan yang besar tak ‘kan terjadi bila kita tidak mau memulai dari yang
kecil.Tetapi kali ini, ia berkirim SMS bukan untuk berbagi semangat. Ia kirimkan SMS karena ingin meringankan beban yang hampir ada kerinduan yang semakin berambah untukmemiliki pendamping yang dapat menyayanginya sepenuh hati.

SMS ini mengingatkan saya pada beberapa kasus lainnya. Usia sudah melewati tigapuluh, tetapi belum juga ada tempat untuk menambatkan rindu. Seorang pria usiasekitar 40 tahun, memiliki karier yang cukup sukses, merasakan betapa sepinya hiduptanpa istri. Ingin menikah, tapi takut ! tak bisa mempergauli istrinya dengan baik. Sementara terus melajang merupakan siksaan yang nyaris tak dapat ditahan. Dulu ia ingin menikah, ketika kariernya belum seberapa. Tetapi niat itu dipendam dalam-dalam karena merasa belum mapan. Ia harus mengumpulkan dulu uang yang cukup banyak agar bisa menyenangkan istri. Ia lupa bahwa kebahagiaan itu letaknya pada jiwa yanglapang, hati yang tulus, niat yang bersih dan penerimaan yang hangat. Ia juga lupa
bahwa jika ingin mendapatkan istri yang bersahaja dan menerima apa adanya, jalannya adalah dengan menata hati, memantapkan tujuan dan meluruskan niat. Bila engkau ingin mendapatkan suami yang bisa menjaga pandangan, tak bisa engkau meraihnya dengan,”Hai, cowok… Godain kita, dong. “

Saya teringat dengan sabda Nabi Saw. (tapi ini bukan tentang nikah). Beliau berkata,”Ruh itu seperti pasukan tentara yang berbaris.” Bila bertemu dengan yang serupa dengannya, ia akan mudah mengenali, mudah juga bergabung dan bersatu. Ia tak bisa mendapatkan pendamping yang mencintaimu dengan sederhana, sementara engkau jadikan gemerlap kemapananmu sebagai pemikatnya? Bagaimana mungkin engkau jadikan gemerlap kemapananmu sebagai pemikatnya? Bagaimana mungkin engkau mendapatkan suami yang
menerimamu sepenuh hati dan tidak ada cinta di hatinya kecuali kepadamu; sementara engkau berusaha meraihnya dengan menawarkan kencan sebelum terikat oleh pernikahan? Bagaimana mungkin engkau mendapatkan lelaki yang terjaga bila engkau mendekatinya dengan menggoda?

Di luar soal cara, kesulitan yang kita hadapi saat ingin meraih pernikahan yang diridhai tak jarang karena kita sendiri mempersulitnya. Suatu saat seorang perempuan memerlukan perhatian dan kasih-sayang seorang suami, ia tidak mendapatkannya. Di saat ia merindukan hadirnya seorang anak yang ia kandung sendiridengan rahimnya, tak ada suami yang menghampirinya. Padahal kecantikan telah ia miliki. Apalagi dengan penampilannya yang enak dipandang. Begitupun uang, tak ada lagi kekhawatiran pada dirinya. Jabatannya yang cukup mapan di perusahaan memungkinkan ia untuk membeli apa saja, kecuali kasih-sayang suami.

Kesempatan bukan tak pernah datang. Dulu, sudah beberapa kali ada yang mau serius dengannya, tetapi demi karir yang diimpikan, ia menolak semua ajakan serius. Kalau kemudian ada hubungan perasaan dengan seseorang, itu sebatas pacaran. Tak lebih. Sampai karier yang diimpikan tercapai; sampai ia tiba-tiba tersadar bahwa usianya sudah tidak terlalu muda lagi; sampai ia merasakan sepinya hidup tanpa suami, sementara orang-orang yang dulu bermaksud serius dengannya, sudah sibuk mengurusi anak-anak mereka. Sekarang, ketika kesadaran itu ada, mencari orang yang mau serius dengannya sangat sulit. Sama sulitnya menaklukkan hatinya ketika ia muda dulu. Baca entri selengkapnya »

Musik Menstimulan Otak Kanan

Jika selama ini banyak orangtua yang memasukkan anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang “berat” seperti matematika. Ada baiknya Anda juga memikirkan alternatif kegiatan yang dapat menstimulasi otak kanan anak. Menurut penelitian ilmiah, otak manusia terbagi atas otak kiri dan kanan. Kemampuan dari masing-masing otak itu juga berbeda. Jika otak kiri diidentikkan dengan kecerdasan analitik seperti kemampuan matematis dan berpikir secara sistematis, maka otak kanan biasa dikaitkan dengan kreativitas, misalnya kemampuan berkomunikasi dan seni. Sayangnya, seringkali orangtua tidak mengukur minat dan bakat yang dimiliki anak. Berdalih agar anak mendapatkan pengalaman dan pemahaman yang luas, anak-anak diharuskan mengikuti berbagai kursus yang didaftarkan oleh orangtuanya. Baca entri selengkapnya »

TV Swasta tidak Boleh Mengudara Lagi ?

Bagi pecandu televisi diseluruh Indonesia, bersiaplah untuk kecewa, karena tidak bisa lagi menyaksikan acara kesayangan anda di berbagai TV swasta.. Karena KPI sudah membuat keputusan berkaitan masalah larangan mengudaranyanya televisi swasta secara nasional. Ada tujuh keputusan yang dihasilkan dalam rakernas Komisi penyiaran Indonesia yang di gelar di Solo, Jawa Tengah. Komisioner KPI Pusat Muhammad Izzul Muslimin mengatakan tujuh keputusan tersebut adalah, meminta pemerintah konsisten melaksanakan Sistem Stasiun Jaringan dengan batas akhir pelaksanaan tanggal 28 Desember 2009. Terhitung 28 Desember 2009 televisi swasta sudah dilarang mengudara secara nasional dan meminta kanal frekuensi yang selama ini dipergunakan dikembalikan kepada negara. KPI Meminta pemerintah menyusun peta wilayah layanan radio dan TV komunitas. Sealain itu, pemerintah juga diminta untuk menyederhanakan proses perizinan radio dan TV komunitas. Mereka juga mendesak KPI Pusat agar segera membentuk Tim Kecil menindaklanjuti amanat Rakornas di bidang perizinan. Terakhir, meminta KPI Pusat menyusun peraturan KPI tentang proses izin LPB Kabel. Ditambahkan Izzul, sistem stasiun jaringan sebenarnya harus mulai berlaku sejak 2007, namun tertunda hingga dua tahun. Kendati begitu rekomendasi ini akan berlaku efektif jika pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informasi juga menunjukkan peran aktif meminta stasiun TV untuk membentuk jaringan. “Ini amanat Undang-undang, dan tidak ada alasan lagi bagi stasiun TV untuk tidak menjalaninya. Karena kita sudah memberi kelonggaran kepada mereka,” tandas Izzul, Kamis (14/05/2009) kemarin. Dalam rakernas ini juga diputuskan KPI tidak akan membatasi spot iklan untuk kampanye Pilpres. Tayangan iklan didasarkan kuota, yaitu maksimal 20 persen untuk lembaga penyiaran swasta dan 15 persen untuk lembaga penyiaran publik. Dengan ketentuan ini, lembaga penyiaran dibebaskan menayangkan iklan, namun tidak boleh melebihi 20 persen untuk lembaga penyiaran swasta dan 15 persen untuk penyiaran. Sumber : Okezone

Salah Kaprah Penyebutan Ang Pao

angpao Saat lebaran tiba, salah satu suasana yang menyenangkan dikala kita masih kecil adalah tradisi salam tempel. Keliling tanpa lelah dari rumah-kerumah untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga dan tentu juga dengan harapan akan mendapatkan uang jajan tambahan yang diperoleh                                                   dari salam tempel tersebut.

Ada yang menarik tentang kebiasaan ini, bukan dari masalah salam tempelnya tersebut. Tapi belakangan ini orang terbiasa menyebutkan uang tersebut dengan nama angpao. Padahal dalam Islam kita tidak mengenal istilah itu. Dalam agama Islam, setiap pemberian kepada orang lain disebut hadiah, atau hibah atau  sedekah.

Pengaruh pembauran budaya sudah demikian kentalnya di Indonesia, sehingga terjadi pembauran dalam berbagai hal, termasuk bahasa juga. Namun sayangnya, terkadang kita tidak mengerti arti sesungguhnya dari bahasa yang kita ucapkan, sehingga sering terjadi salah kaprah. Kita sering latah dan ikut-ikutan karena sepertinya sesuatu yang kita ikuti itu sudah menjadi trend. Tanpa kita tahu maksudnya. Bukankah dalam ajaran Islam, umat Islam disuruh untuk berfikir, dan tidak asal ikut-ikutan (taklid), karena kita dilarang  mengikuti suatu hal tanpa ada dasar yang jelas.

Contohnya, masalah angpao ini. Mungkin banyak diantara kita yang tidak mengerti apa pengertian sebenarnya “angpao” itu. Saya mengutip sms peduli dari harian Bangka Pos, selasa 01 september 2009 tentang apa sebenarnya angpao. (Coba anda perhatikan gambar diatas, inilah gambar   angpao ). Dalam sms ini saudara kita warga Tionghoa meluruskan pengertian angpao tersebut, supaya kita tidak salah kaprah lagi.

“Angpao bukan duit hari raya, apa lagi duit lebaran. Kata  angpao berasal Baca entri selengkapnya »

Pesona Malam Tujuh Likur

likur 2Apabila anda memperhatikan gambar disebelah saya yakin anda tidak akan menyangka kalau titik- titik kuning diphoto ini, adalah titik- titik api yang terbuat dari lampu sentir tradisional yang terbuat dari botol bekas minuman energi, sumbu kompor dan minyak tanah. Setiap satu titik api berasal dari satu botol. Jadi anda tentu bisa membayangkan berapa banyak botol yang diperlukan untuk setiap satu gapura api ini.
Selain keindahan yang terlihat, yang patut untuk kita tiru adalah semangat kegotong-royongan dalam proses pembuatan gapura ini mulai dari mengumpulkan botol bekas, membuat lampu tersebut, kreatifitas peserta, serta kerja sama dan kekompakan dalam team. Karena gapura api likur ini dibuat per RT . Gapura api ini akan anda saksikan setiap malam 7 likur di Mancung. Gambar diatas saya ambil pada malam 7 likur tahun 2008 yang lalu. Baca entri selengkapnya »

Older entries »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.