Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Batik Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia

BOROBUDUR — Usulan Indonesia kepada Badan PBB untuk Kebudayaan (Unesco) agar batik menjadi warisan budaya dunia sebagai wujud dari upaya pemerintah mendorong pelestarian terhadap salah satu peninggalan nenek moyang Bangsa Indonesia.

“Untuk melindungi budaya, batik Indonesia kita usulkan kepada Unesco sebagai warisan dunia,” kata Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Marsis Sutopo, kepada ANTARA sebelum menjadi pembicara dalam pertemuan Bakohumas (Badan Koordinasi Kehumasan) Kabupaten Magelang tentang Sosialisasi Batik sebagai Warisan Dunia, di Borobudur.

Ia mengatakan, usulan melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata itu hingga saat sekarang masih dalam tahap penyusunan naskah akademis tentang batik Indonesia.
Batik sebagai warisan dari nenek moyang Bangsa Indonesia, katanya, memiliki multifungsi dalam kehidupan masyarakat antara lain sebagai bahan pakaian, sarana “pasok tukon” (mahar) dalam tradisi perkawinan, untuk upacara adat, dan menunjukkan status sosial seseorang.
Ia menyebut batik sebagai produk kreativitas budaya Bangsa Indonesia yang bernilai luhur.

Jika Unesco menyetujui usulan Indonesia atas batik Indonesia sebagai warisan dunia, katanya, tentu akan menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia dan masyarakat internasional.

Ia menyebut motif batik juga dijumpai sebagai hasil kebudayaan bangsa lain seperti Mesir, Iran, Cina, Thailand, dan Malaysia.
“Batik bukan monopoli Indonesia. Mereka juga memiliki tradisi batik, tetapi tentu berbeda satu sama lain, berbeda juga dengan tradisi batik Indonesia. Batik Indonesia terlihat lengkap dan multifungsi,” katanya.

Ia mengatakan, motif mirip batik juga dijumpai dalam relief di Candi Borobudur yang dibangun sekitar abad ke-8 masa Dinasti Syailendra.
“Yaitu motif sulur-suluran yang sebenarnya motif tumbuhan menjalar sebagai hiasan relief, juga ada motif bunga, kain rumbai-rumbai, itu banyak dijumpai dalam relief Borobudur,” katanya.

Beberapa sumber, katanya, menyebutkan bahwa batik Indonesia berkembang pada zaman Kerajaan Majapahit sehingga daerah seperti Trowulan dan Mojokerto di Jawa Timur dikenal sebagai pusat batik.

Pada zaman Kerajaan Mataram Islam, katanya, juga berkembang budaya batik sebagai produk kreatif para puteri keraton.”Batik Indonesia perlu terus dilestarikan, sejak zaman dahulu dibuat untuk pemaknaan kehidupan,” kata Marsis Sutopo.

5 Komentar»

  smith wrote @

mampie

  winsolu wrote @

saya punya mbak juragan batik di pekalongan.šŸ™‚
kalau batik pekalongan ceritanya bagaimana? pengen tahu nih

Plz… bisa tukeran link? untuk website saya http://warnadunia.com
nanti link blogmu saya masukkan di 5 semua blog milik saya: winsolu.wordpress.com, asianherbal.blogspot.com, padhepokananime.blogspot.com, senopatiarthur.wordpress.com, tamasya-tamasya.blogspot.com, kamu bisa check pageranknya semua 2 dan 3. ^^ itung-itung ningkatkan traffik pengunjung. bila berkenan post komentar aja di http://warnadunia.com/about/
semoga sukses bersama.
i will coming back again
thanks yaw.šŸ™‚

  suklowor wrote @

iya mas banyak sekali warisan budaya kita yang dicuri contoh sederhana, aku denger Tempe dah di patenkan jepang.. wuih repot

  suklowor wrote @

mas info gerhanannya disini

http://rovicky.wordpress.com/2009/01/08/gerhana-matahari-26-januari-2009/#comment-23228

  Adi Nugroho wrote @

artikel yang menarik.
jika anda benar2 cinta akan batik, tolong ikuti polling dan beri komentar di artikel ini
http://adinugroho.wordpress.com/2009/03/03/batik-pakaian-formal-atau-bukan/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: