Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Teror Malam Hari Adalah Warisan Orang Tua

42-15280269Apakah anak anda suka terbangun dan berteriak saat tidur dimalam hari ? Teror pada malam hari, yang membuat anak kecil secara tiba-tiba berteriak tanpa kendali, setidaknya separuh diwariskan, demikian hasil satu studi yang disiarkan Senin (1/12).”Hasil kami memperlihatkan bahwa ada dampak faktor genetika mendasar dalam teror tidur. Kendati tak ada gen khusus di balik fenomena tersebut yang telah diidentifikasi,” kata Bich Hong Nguyen dari Sleep Disorders Center di Sacre-Coeur Hospitel, Montreal, dan rekannya. Dalam studi atas 390 pasang anak kembar, yang disiarkan di dalam jurnal Pediatrics, para peneliti itu mendapati kembar identik jauh lebih mungkin untuk mengalami teror malam hari dibandingkan dengan kembar fraternal.

Kembar identik atau monozygotic memiliki susunan gen yang nyaris identik, sedangkan kembar fraternal atau dizygotic tidak. Anak kembar seringkali dipelajari karena susunan genetika mereka yang serupa dapat memberi keterangan mengenai berbagai penyakit dan masalah lain. Para peneliti tersebut mengatakan faktor lingkungan dapat menjadi bagian penyebab teror malam hari karena anak kembar dibesarkan bersama di dalam lingkungan yang sama. Secara keseluruhan, mereka mendapati bahwa 37% anak kembar memiliki teror tidur pada usia 18 bulan, dan gangguan itu hilang setahun kemudian pada sebanyak separuh dari mereka.

Beberapa studi sebelumnya yang dikutip di dalam laporan tersebut telah memperlihatkan faktor genetika adalah faktor yang mungkin dalam beberapa kasus orang yang berjalan saat tidur, berbicara saat tidur dan teror malam hari. Studi lain menyatakan 19% dari anak yang berusia 4 sampai 9 tahun mengalami teror malam hari.

Berbeda dengan mimpi buruk, “kemunculan teror tidur tiba-tiba dan menakutkan, biasanya anak terbangun secara tiba-tiba sambil berteriak”, kata studi tersebut. “Selama kejadian ini, anak-anak kelihatan bingung dan lupa diri. Setiap upaya untuk menyadarkan mereka mungkin menambah kebingungan dan memperpanjang masa yang mereka alami,” katanya. Namun teror malam hari itu singkat, berhenti tiba-tiba dan anak biasanya kembali ke keadaan tidur lelap. Mereka tak ingat apa-apa mengenai keadaan tersebut, kata studi itu.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: