Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Selama Bulan Ramadhan MUI Minta Premium Call Distop

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar tayangan sms premium call yang akhir-akhir ini marak di televisi dengan paranormal sebagai bintang utamanya, dihentikan selama bulan suci Ramadan. Selain dinilai membodohi masyarakat, tayangan ramal-meramal dengan menggunakan perantara sms ke paranormal yang menjadi bintang iklan itu juga dianggap bisa mengganggu kekhusuyukan ibadah puasa umat muslim.

“Kami melarang tayangan seperti itu ditayangkan selama Ramadan. Itu kan ada kaitannya dengan masalah ramal-meramal, perdukuna. Itu tidak dikehendaki untuk ditayangkan karena akan mengganggu kekhusuyukan umat Islam yang menjalankan ibadah puasa,” ujar Said Khusairi, Ketua Komisi Informasi dan Komisi MUI di Jakarta, Minggu (31/8).

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indoesia (KPI) memberikan kelonggaran, tayangan seperti itu boleh ditayangkan dengan memperhatikan dua syarat. Yakni, asal substansi tayangannya tidak berperan seperti Tuhan yang bisa mengubah nasib, tetapi hanya membantu. Syarat kedua, iklan paranormal itu harus tayang di atas jam 22.00-03.00 WIB.
Namun, bagi MUI, kelonggaran jam tayang yang ditetapkan Standar Program Siaran untuk acara dengan kualifikasi D (Dewasa) itu dianggap tidak berlaku selama Ramadan. Sebab, selama Ramadan, jam 22.00–03.00 dianggap sudah tidak tepat lagi menayangkan tayangan berlabel D yang selama ini identik dengan pornografi, kekerasan dan mistis.
“Alasannya karena siklus kehidupan orang berubah selama Ramadan ini. Justru jam 22.00-03.00 WIB itu berubah menjadi jam prime time. MUI mendesak supaya diganti dengan tayangan yang tidak seperti itu,” ujar Said.

Sekretaris MUI, Ichwan Sam menegaskan bahwa MUI sejatinya sudah memberikan fatwa bagaimana hukumnya soal tayangan premium call itu. Ichwan menyatakan, bahwa tayangan premium call memiliki dua klasifikasi. Pertama, yang memiliki tujuan mulia misalkan untuk pembinaan, penerangan agama, dakwah, hukumnya adalah sunnah. Ketentuan kedua, lanjut dia adalah hukumnya haram kalau dilakukan secara membabi buta. “Pertama, dari segi pengguna yang mengakses, tidak ada pembatasan filter, apa untuk anak-anak atau orang tua. Kedua, dari segi substansi yang ditawarkan mengandung maksiat, ramalan, berdukun atau sesuatu yang menimbulkan kesesatan hati yang membodohi,” jelas Ichwan.

MUI mengharapkan pemerintah, melalui Departemen Komunikasi dan Informasi dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan juga stasiun televisi untuk memberikan kontrol ketat terhadap tayangan yang dinilai membahayakan aqidah umat agar tidak ditayangkan selama Ramadan.
“Sudah jelas. Kami mengharapkan agar stasiun-staisun Televisi tidak menampilkan tayangan seperti itu di muka umum karena bisa mengganggu kekhusyukan ibadah. Ruang publik kita dicemari dengan hal-hal yang tidak pantas, kebodohan yang motifnya adalah uang,” sambung Ichwan.

Beberapa hari ini, wajah paranormal semacam Ki Joko Bodo, Mama Lauren, dan yang lainnya, mendadak sering nongol di televisi. Mereka menjadi bintang iklan ramalan paranormal lewat sms. Materi yang iklankan nyaris sama. Mereka memberi iming-iming pemirsa televisi bahwa mereka bisa menunjukkan apa yang terjadi di kemudian hari. Atau, pekerjaan apa yang cocok dengan weton kelahiran. Pemirsa televisi cukup menulis sms dan mengirim ke nomor yang sudah ditentukan oleh operator. (Bangka Pos)

2 Komentar»

  baguscokie wrote @

Harusnya jangan pas Ramadhan aja, mestinya KPI lebih berani melarang acara2 yang merusak.

  Ajaran wrote @

MUI semakin tidak jelas, hati2 dengan mereka

http://indonesianmuslim.com/mui-ditunggangi-islam-radikal.html


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: