Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Arsip untuk Agustus 19, 2008

Generasi Muda Indonesia = Generasi Televisi ?

Inilah peringatan bagi para orang tua di mana pun berada, terutama yang mempunyai anak remaja. Pertama, anak-anak Indonesia usia SD dan SMP menonton televisi rata-rata 1.600 jam per tahun. Sedangkan, waktu belajar di sekolah rata-rata hanya 740 jam per tahun. Kedua, dari 400 judul sinetron yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi sepanjang tahun 2006-2007, berbagai adegan kekerasan dan seks sangat dominan.

Rinciannya adalah 41,05 persen menyangkut kekerasan psikologis berupa aksi mengancam, memaki, mengejek, melecehkan, memarahi, membentak, dan melotot. Lalu, 25,14 persen lagi menyangkut kekerasan fisik berupa mencubit, memukul, mengeroyok, meninju, dan menikam. Juga, kekerasan rasional, fungsional, hingga kekerasan relasional yang mengakibatkan rusaknya hubungan atau relasi.
Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pengaruh TV Terhadap Perilaku Anak

Sudah saatnya bagi kita untuk membatasi waktu anak didepan barang yang bernama TELEVISI, Karena  ternyata  TV terbukti dapat mengganggu pembentukan kemampuan anak-anak dalam memusatkan perhatian.

Studi tim dari Universitas Massachusetts, Amherst, AS, menemukan ketika anak-anak yang berusia tiga tahun ke bawah bermain di dalam ruangan yang ada televisi, waktu bermain mereka 5% lebih singkat ketimbang jika tidak ada televisi. Keberadaan televisi juga membuat mereka tidak fokus saat bermain.

Studi yang dimuat dalam Child Development edisi Juli/Agustus itu melibatkan 50 balita yang berusia antara 12, 24, dan 36 bulan.

Dr Daniel Bronfin dari Ochsner Health System, New Orleans, mengungkapkan televisi berpotensi menaikkan risiko terjadinya gangguan perilaku pada anak-anak, seperti kesulitan memusatkan perhatian dan hiperaktivitas. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan agar anak-anak berusia dua tahun atau kurang tidak diberi akses menonton televisi.

Tidak salah bila pemerintah menghimbau gerakan matikan televisi sehari, karena kita tidak ingin bila anak kita menjadi generasi TV. Membaca buku bisa menjadi alternatife pengganti nonton TV, disamping bermain bersama teman sebaya sebagai akses untuk mengajari anak bersosialisasi.
Sumber: Media Indonesia Online