Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Paspamres Larang Nganggung

Nganggung adalah suatu tradisi turun temurun yang hanya bisa dijumpai di Bangka. Karena tradisi nganggung merupakan identitas Bangka , sesuai dengan slogan Sepintu Sedulang. Yang mencerminkan sifat kegotong royongan, berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

Adapun Nganggung merupakan suatu kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam rangka memperingati hari besar agama Islam, menyambut tamu kehormatan, acara selamatan orang meninggal, acara pernikahan atau acara apapun yang melibatkan orang banyak.
Namun dalam perkembangannya sekarang kegiatan nganggung yang masih eksis dipertahankan pada saat memperingati hari besar agama Islam, dan menyambut tamu kehormatan.

Dalam acara ini, setiap kepala keluarga membawa dulang yaitu sejenis nampan bulat sebesar tampah yang terbuat dari aluminium dan ada juga yang terbuat dari kuningan. Untuk yang terakhir ini sekarang sudah agak langka, tapi sebagian masyarakat Bangka masih mempunyai dulang kuningan ini. Didalam dulang ini tertata aneka jenis makanan sesuai dengan kesepakatan apa yang harus dibawa. Kalau nganggung kue, yang dibawa kue, nganggung nasi, isi dulang nasi dan lauk pauk, nganggung ketupat biasanya pada saat lebaran. Dulang ini ditutup dengan tudung saji yang dibuat dari daun, sejenis pandan, dan di cat, tudung saji ini banyak terdapat dipasaran.
Dulang ini dibawa ke masjid, atau tempat acara yang sudah ditetapkan, untuk dihidangkan dan dinikmati bersama.
Sekarang karena alasan kepraktisan, banyak orang yang beralih membawa rantang. Terutama yang rumahnya jauh dari dari masjid, atau tempat kegiatan. Membawa dulang sambil naik sepeda motor agak beresiko tinggi, bisa jadi hidangan tidak sampai tujuan.

Sayang sekali, dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi besar Muhammad SAW, 30 juli 2008 kemaren, sekaligus menyambut tamu kehormatan Bapak Presiden RI, serta pejabat Negara yang lain dalam peringatan Isra Mi’raj Nasional di Bangka Belitung tahun ini, tradisi nganggung dihilangkan atau ditiadakan karena dilarang oleh PASPAMRES. Demi alasan keamanan. Padahal ada 2 hal utama untuk alasan diadakannya nganggung , Peringatan Hari Besar Islam dan menyambut tamu kehormatan.
Bapak Presiden tahu nggak ya tentang adanya larangan itu ? Lebih lengkap tentang larangan nganggung lihat disini.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: