Mancung64’s Weblog

Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi Persada

Mahasiswa, Apa Yang Kau Cari?

Cobalah duduk didepan Televisi dan tonton acara berita. Dalam satu hari tidak pernah terlewatkan berita aksi mahasiswa diberbagai penjuru Indonesia.Saya jadi menerawang kebeberapa waktu yang silam.Pada era 80-an, dimana mahasiswa mulai menggeliat bangun, setelah lama tertidur, demontrasi mahasiswa selalu membuat saya bangga dan terharu. Kasus Kedung Ombo, Peristiwa Yogya Berdarah, adalah sesuatu yang selalu tersimpan dalam memori saya sebagai kenangan tentang heroisme mahasiswa. Saat melihat mereka turun kejalan dada saya selalu bergetar, rasa bangga melihat keberanian mereka,terkadang sampai menetes air mata. Ini nyata, sungguh saya alami.Apa karena saat itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa dan berada diantara mereka? Entahlah. Namun, Semua itu perlahan memudar dan berangsur pupus kemudian dalam perjalanan panjang sang waktu, banyak hal yang saya ketahui belakangan. Ada beberapa nama yang saya kenal dan juga ada teman baik saya, yang aktif demo dan aktif keluar masuk hotel prodeo, aktif bolos kuliah dan rajin berpindah kampus untuk sekedar mendapatkan status mahasiswa sebagai sertifikat keikut sertaan berdemo. Sampai saya lulus kuliah,teman saya ini masih sibuk dengan organisasi ini dan tetap melanjutkan hobbynya berdemo.Saya tidak pernah dengar lagi tentang nasib kuliahnya.Tapi hebatnya dia bisa keliling Indonesia, bahkan keluar negeri dan kenal dengan tokoh-tokoh besar, karena hobbynya ini. Tahun 1993, teman saya ini sempat berkunjung ke Australia, dan membawa boneka kangguru untuk saya. Terakhir saya bertemu dia th 1997,dia masih penuh dengan ambisi dan obsesi. Kabarnya sekarang dia menetap di Jakarta.Dan saya tidak tahu lagi perkembangannya. Th 1998, reformasi bergulir, juga jasa mahasiswa. Masih ada heroisme,ditandai dengan tragedi Trisakti. Tapi kenapa sekarang mahasiswa kehilangan sopan santun?? Sebenarnya kepentingan siapa yang dibela mahasiswa ketika peristiwa mahasiswa Makasar bentrok dengan warga karena warga bosan dengan demo mahasiswa yang cukup mengganggu warga,kenapa sulit membedakan mahasiswa dengan preman? Selalu memaksakan kehendak dengan memblokir jalan,membakar ban, merusak infra struktur yang dibangun dengan uang rakyat,merusak kampus, gedung pemerintahan, dan sederet tindakan anarkhis lainnya.Apa yang kau cari? Kemana intelektualitas? Kemana budaya ketimuran ? Mestinya orang yang berpendidikan tingkat tinggi akan lebih piawai memanage emosi dan menata hati,serta bersikap bijak dan santun sehingga apa yang ingin kita sampaikan bisa diterima audiens dengan baik. Berjuang harus punya strategi, supaya pengorbanan tidak sia-sia. Ditangkap polisi, masuk penjara, drop out kuliah,menyusahkan orangtua dan keluarga serta masa depan yang tidak pasti, itukah yang kau cari? Tidak semua demonstran bernasib baik seperti teman saya. Akan jadi apa negeri ini nantinya kalau generasi mudanya hanya menghabiskan waktu dijalanan.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: