Saat lebaran tiba, salah satu suasana yang menyenangkan dikala kita masih kecil adalah tradisi salam tempel. Keliling tanpa lelah dari rumah-kerumah untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga dan tentu juga dengan harapan akan mendapatkan uang jajan tambahan yang diperoleh dari salam tempel tersebut.
Ada yang menarik tentang kebiasaan ini, bukan dari masalah salam tempelnya tersebut. Tapi belakangan ini orang terbiasa menyebutkan uang tersebut dengan nama angpao. Padahal dalam Islam kita tidak mengenal istilah itu. Dalam agama Islam, setiap pemberian kepada orang lain disebut hadiah, atau hibah atau sedekah.
Pengaruh pembauran budaya sudah demikian kentalnya di Indonesia, sehingga terjadi pembauran dalam berbagai hal, termasuk bahasa juga. Namun sayangnya, terkadang kita tidak mengerti arti sesungguhnya dari bahasa yang kita ucapkan, sehingga sering terjadi salah kaprah. Kita sering latah dan ikut-ikutan karena sepertinya sesuatu yang kita ikuti itu sudah menjadi trend. Tanpa kita tahu maksudnya. Bukankah dalam ajaran Islam, umat Islam disuruh untuk berfikir, dan tidak asal ikut-ikutan (taklid), karena kita dilarang mengikuti suatu hal tanpa ada dasar yang jelas.
Contohnya, masalah angpao ini. Mungkin banyak diantara kita yang tidak mengerti apa pengertian sebenarnya “angpao” itu. Saya mengutip sms peduli dari harian Bangka Pos, selasa 01 september 2009 tentang apa sebenarnya angpao. (Coba anda perhatikan gambar diatas, inilah gambar angpao ). Dalam sms ini saudara kita warga Tionghoa meluruskan pengertian angpao tersebut, supaya kita tidak salah kaprah lagi.
“Angpao bukan duit hari raya, apa lagi duit lebaran. Kata angpao berasal dari lafal Hokian, kata ang=merah dan pao=amplop. Jadi angpao adalah amplop merah, (salah satu nama amplop), dalam bahasa Tionghoa masing-masing amplop disebut sesuai dengan warnanya, misalnya amplop putih disebut phakpao (phak=putih pao=amplop), amplop kuning = bongpao dll. Pada momen bahagia (Imlek,ultah,nikahan dll) amplop yang dipakai adalah warna merah/angpao dan untuk momen duka-cita amplop yang dipakai adalah amplop putih/phakpao.
Sekali lagi jangan sebut angpao seakan- akan diartikan duit hari raya, duit hari raya dalam Bahasa Tionghoa disebut YA SUI QIAN, dan angpao adalah pembungkus YA SUI QIAN. Waktu lebaran kan amplopnya bukan merah tapi hijau, putih..Jadi lebih cocok disebut duit lebaran /amplop lebaran.”
Apakah dalam Islam kita mengenal tradisi amplop ini ? Sekarang setelah kita mengerti, masihkah kita tetap akan mempertahankan kekeliruan kita selama ini ? Semua terseraaah padamu.
Sumber : SMS Peduli, Bangkapos.com

mohon maaf lahir dan bathin, selamat idul fitri 1430 Hijriah.
salam untuk keluarga.