Apabila anda memperhatikan gambar disebelah saya yakin anda tidak akan menyangka kalau titik- titik kuning diphoto ini, adalah titik- titik api yang terbuat dari lampu sentir tradisional yang terbuat dari botol bekas minuman energi, sumbu kompor dan minyak tanah. Setiap satu titik api berasal dari satu botol. Jadi anda tentu bisa membayangkan berapa banyak botol yang diperlukan untuk setiap satu gapura api ini.
Selain keindahan yang terlihat, yang patut untuk kita tiru adalah semangat kegotong-royongan dalam proses pembuatan gapura ini mulai dari mengumpulkan botol bekas, membuat lampu tersebut, kreatifitas peserta, serta kerja sama dan kekompakan dalam team. Karena gapura api likur ini dibuat per RT . Gapura api ini akan anda saksikan setiap malam 7 likur di Mancung. Gambar diatas saya ambil pada malam 7 likur tahun 2008 yang lalu.
Dalam postingan saya beberapa waktu yang lalu saya pernah menuliskan tentang malam 7 likur dan malam 7 likur (part 2). Saat ini pada tanggal 21 ramadhan tradisi malam likuran sudah diawali,disebut malam selikur. Puncak perayaan malam likuran ini akan tiba pada malam 7 likur nanti, yaitu malam ke 27 ramadhan. Dimana setiap rumah penduduk akan semarak dengan warna keemasan dari api likur.Tradisi yang sudah turun temurun, dan tetap terjaga sampai sekarang.
Tahun 2008 lalu, tradisi 7 likur di Mancung sudah dimasukkan kedalam agenda wisata kabupaten Bangka Barat. Kalau tahun lalu, lomba api likur ini masih dalam wilayah desa, dimana setiap RT berlomba membuat gapura besar api likur yang dinilai oleh team dari pemkab, dan diberi hadiah.
Tahun 2009 ini, gebyarnya lebih terasa dibandingkan tahun lalu. Karena panitia juga mengikut sertakan masyarakat dari luar Mancung untuk ikut berpartisipasi dalam Ajang Festival Desa Mancung. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan mulai tanggal 13 s/d 15 september itu adalah Festifal Hadrah/Rebana, Festival Band Religi dan Festival Tabuh Bedug. Pembagian hadiah pemenang Festival ini akan diserahkan langsung oleh Bupati Bangka Barat, H.M.Parhan bertepatan dengan malam 7 likur yang jatuh pada tanggal 16 september yang akan datang. Acaranya akan dilaksanakan setelah sholat tarawih, tapi sebelumnya dimulai dengan buka bersama dengan tradisi nganggung.
Anda penasaran ingin melihat dan menyaksikan suasana keagungan malam 7 likur, dimana masyarakat Mancung ingin menerangi jalannya malaikat yang turun pada malam lailatul qodar ? Datang dan saksikan sendiri, berjalan diantara gapapura api dan diterangi cahaya lampu likur dari rumah – rumah penduduk, akan membawa suatu nuansa tersendiri yang sulit untuk anda lukiskan dengan kata-kata.
Mancung64’s Weblog
Membawa Cerita, “Cinta,” Budaya dan Mestika dari Bumi PersadaPesona Malam Tujuh Likur
Belum ada komentar »
Komentar Anda
HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
