Selama ini, orang beranggapan bahwa sebuah pernikahan dapat membuat kehidupan seseorang menjadi lebih baik, Ternyata anggapan tersebut belum tentu benar. Karena ada kalanya sebuah pernikahan justru berdampak buruk bagi kesehatan seseorang.
Sebuah penelitian dilakukan oleh Julianne Holt-Lunstad, peneliti dari Brigham Young University, Amerika Serikat. Penelitian itu dilakukan terhadap 204 orang-orang yang telah menikah dan 99 orang lajang. Mereka semua diperiksa tekanan darahnya selama 24 jam. Selain itu beberapa pertanyaan mengenai kehidupan rumah tangga mereka pun ditanyakan.
Hasil dari penelitian itu cukup mengejutkan. Ternyata kehidupan pernikahan berpengaruh terhadap kesehatan khususnya tekanan darah.
Orang-orang yang memiliki kehidupan rumah tangga yang bahagia dan tidak memiliki banyak masalah rata-rata memiliki tekanan darah yang normal. Sebaliknya, mereka yang memiliki ketidakpuasan terhadap rumah tangganya cenderung memiliki tekanan darah yang tinggi dan tidak normal.
Bahkan tekanan darah mereka yang mengalami masalah dalam pernikahan 5 kali lebih tinggi dibandingkan lajang yang memiliki masalah dalam hidupnya.
Oleh karena itu menurut Julianne Holt-Lunstad, yang perlu diperhatikan bukan hanya sebuah status pernikahan, melainkan bagaimana kualitas dari pernikahan itu sendiri.
Bagaimanapun juga pernikahan itu menyatukan dua pribadi yang berbeda. Adakalanya banyak perbedaan yang cukup ekstreem, mulai dari latar belakang sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, maupun tradisi yang berlaku dalam keluarga. Jadi intinya pernikahan tidak cukup hanya dengan modal cinta semata. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya supaya dalam memilih pasangan tidak melupakan 4 hal, agama, keturunan, materi dan rupa. Dan yang paling penting adalah agamanya. Selain itu juga pilihlah yang sekufu. Niatkan hati, pernikahan adalah ibadah. Bukan hanya cari status, atau status sosial.


InsyaAllah kalau niatnya bagus, jalannya-pun akan mulus. Kalaupun ada masalah justru akan membuat ikatan semakin erat..